Tingkat Lanjut

Strategi Tepat dalam Upaya Menghindari Perundungan

Perundungan atau bullying merupakan masalah serius dan dapat menimpa siapa saja. Tidak hanya dialami oleh anak-anak di lingkungan sekolah, perundungan juga bisa terjadi di lingkungan kuliah, kerja, rumah, atau pun di dunia maya. 

Mengerucut pada bullying yang terjadi di dunia maya termasuk di sosial media, yang disebut juga dengan cyberbullying. Lembaga donasi anti-bullying, Ditch The Label, menobatkan Instagram sebagai media sosial yang paling sering digunakan untuk melakukan bullying secara online. 

Dikutip dari Kompas, berdasarkan survei yang dilakukan pada 10.020 remaja asal Inggris dengan rentang usia 12 hingga 20 tahun, sebanyak 42 persen di antaranya mengaku pernah menjadi korban cyberbullying di Instagram. Kemudian, Facebook dan Snapchat menyusul dengan persentase masing-masing sebesar 37 persen dan 31 persen. Di bawahnya, ada WhatsApp sebesar 12 persen, YouTube 10 persen, dan Twitter 9 persen. 

Cara menghindari bullying

Bullying online mengacu pada unggahan yang mengandung unsur bullying, termasuk komentar negatif, menyebarkan postingan atau profil seseorang dengan tujuan untuk mengolok-olok. 

Nah, agar Anda tidak menjadi korban bullying online atau cyberbullying, berikut beberapa strategi untuk menghindari atau mencegah bullying online, dikutip dari situs Cosmopolitan. 

Hindari posting terlalu banyak atau sering

Membuat unggahan terlalu banyak atau sering dapat mengganggu orang lain. Oleh karena itu, membuat postingan terlalu berlebihan dapat memancing adanya cyberbullying, karena orang yang melihat postingan Anda bisa saja merasa kesal atau tidak nyaman. 

Jangan membuat postingan aneh

Apa pun yang diunggah ke media sosial, pasti menimbulkan pro dan kontra. Terlebih jika postingan Anda dianggap aneh oleh warganet. Hal ini tentu dapat memicu bullying. Jadi, sebaiknya hindari mengunggah konten yang mengganggu. 

Pintar-pintar memilih teman

Akun media sosial Anda tidak harus selalu terbuka untuk semua orang. Semakin banyak teman, maka Anda juga harus siap dengan banyaknya komentar yang datang. Untuk itu, pintar-pintarlah memilih teman di media sosial terutama yang tidak Anda kenal.

Tidak sembarang bercerita di media sosial

Anda harus bisa memilah, mana cerita yang bisa Anda bagikan secara pribadi atau langsung dan mana yang bisa di-share di media sosial. Karena, perbedaan persepsi biasanya terjadi di media sosial, yang juga berpotensi menyebabkan bullying. 

Manfaatkan fitur pencegah bullying

Media sosial Instagram menyediakan tiga fitur untuk meminimalisir bullying di platform-nya. Fitur pertama adalah, menghapus beberapa komentar sekaligus. Di sini, Anda bisa menghapus beberapa komentar sekaligus dalam satu waktu. Tidak hanya itu, fitur ini juga memungkinkan Anda untuk memblokir dan membatasi akun yang sering memberi komentar negatif. 

Fitur kedua adalah mengontrol tagging (menandai) dan menyebut (mention). Tagging dan mention, bisa saja disalahgunakan segelintir orang untuk memprovokasi. Instagram pun merilis fitur ini agar bisa memberikan kendali penuh pada Anda untuk mengatur siapa saja orang yang boleh menandai (tag) akun mereka.

Anda juga bisa mengaktifkan izin tag atau mention secara manual. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, setiap kali ada akun lain yang ingin menandai, Anda akan dimintai persetujuan lebih dulu. Fitur ini juga sudah bisa dimanfaatkan pengguna Android dan iOS.

Sedangkan untuk fitur ketiga sebagai pencegah bullying di Instagram adalah Pinned Comment. Instagram tengah mempersiapkan fitur yang memungkinkan Anda untuk memindahkan komentar positif di kolom teratas. 

Fitur ini mirip dengan 'Pin a Tweet' milik Twitter. Nantinya, Anda bisa memilih komentar mana yang ingin ditampilkan di tempat teratas. Instagram berharap, fitur ini bisa meminimalisir bullying dengan komentar-komentar yang positif.

Artikel Sebelumnya