Tingkat Lanjut

Strategi Ampuh Menjaga Sebuah Karya dari Pencurian

Memiliki sebuah karya tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Ada kepuasan yang didapatkan karena kita mampu menciptakan sebuah karya dari ide dan buah pemikiran kita sendiri. 

Tentunya, Anda ingin karya yang Anda buat bisa dihargai dan diapresiasi oleh orang lain, bukan? Sayangnya tidak semua berpikir demikian. Ada saja orang-orang yang tidak berperasaan dan seenaknya mencuri karya orang lain. Terutama, jika karya Anda diunggah di internet. 

Lalu, bagaimana cara agar karya yang kita buat tidak dicuri orang lain? Berikut beberapa strategi untuk meminimalisir sebuah karya dari pencurian, dihimpun dari berbagai sumber. 

Buat karya yang unik

Buatlah karya unik yang berbeda dari yang lain. Tonjolkan ciri khas yang Anda miliki sehingga orang-orang dapat mengenali bahwa itu karya Anda dan membentuk identitas. Meskipun karya Anda tersebar bahkan tanpa mencantumkan sumber sekali pun, orang akan mengingat karya tersebut sebagai buatan Anda. 

Tambahkan watermark

Watermark juga bisa melindungi karya Anda dari pencurian. Anda dapat membuat watermark berupa logo, tanda tangan, atau teks biasa. Karena setiap watermark memiliki ciri khas, akan sulit bagi orang lain untuk mengaku bahwa itu karya mereka. 

Nah, agar watermark yang Anda buat efektif mengidentifikasi karya Anda tanpa merusak estetikanya, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut saat membuat watermark.

  1. Jangan letakkan watermark di pinggir. Atas, bawah, kiri, kanan, keempat posisi itu adalah lokasi yang buruk untuk menempatkan watermark, karena mudah di-cropping. Penempatan watermark di tengah-tengah gambar lebih disarankan.
  2. Ukuran watermark jangan terlalu besar, apalagi sampai terlihat sangat jelas di karya Anda. Memang hal ini membuat watermark tersebut sulit dihapus, tetapi juga akan merusak estetika karya Anda.
  3. Ukuran watermark juga jangan terlalu kecil, karena akan membuat watermark tersebut sulit diidentifikasi.
  4. Tempatkan watermark di bagian yang sekiranya sulit dihapus, seperti di tempat tersembunyi. Pastikan Anda mengetahui di mana watermark tersebut berada.

Resolusi rendah

Jika karya Anda berupa gambar atau foto, gunakan resolusi rendah saja, karena ini adalah kunci untuk mencegah karya Anda dicuri. Jika Anda ingin mengunggah karya Anda di media sosial, gunakan gambar beresolusi rendah yang masih enak dilihat netizen, tapi menyusahkan si plagiat untuk mencuri karya Anda. 

Buat karya Anda tidak dapat di-copy paste

Jika karya Anda berupa tulisan yang diunggah di blog atau website pribadi, pasang script agar tulisan Anda tidak bisa di-copy paste. Jika Anda tidak mengetahui caranya, di internet banyak sekali tutorial yang bisa Anda ikuti. 

Buat orang lain mengenali karya kita

Jangan memikirkan orang yang mencuri karya kita, tapi buatlah orang lain tahu bahwa karya tersebut adalah buatan kita. Caranya dengan mengunggah proses pembuatan karyanya karena yang mencuri tidak akan mempunyai itu, dan yang jelas ada bukti bahwa kita yang membuatnya.

Perkenalkan diri pada banyak orang

Memperkenalkan diri pada banyak orang juga bisa membantu mengidentifikasi karya Anda. Bagaimana caranya? Teruslah berkarya agar dapat menarik perhatian orang-orang. 

Daftarkan hak cipta

Tentunya Anda ingin ide dan karya Anda diakui secara resmi, bukan? Untuk itu, Anda perlu melindunginya dengan menggunakan hak cipta atau copyright. Berikut cara mendaftarkan hak cipta secara online. 

  1. Mengakses situs Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual pada alamat e-hakcipta.dgip.go.id
  2. Melakukan registrasi
  3. Login menggunakan username yang didapat setelah registrasi
  4. Mengunggah dokumen persyaratan
  5. Melakukan pembayaran pendaftaran hak cipta
  6. Menunggu pengecekan hak cipta
  7. Mendapatkan sertifikat hak cipta
Artikel Sebelumnya