Edukasi

Riset: Pengguna Internet Asia-Pasifik Rela Kasih Data Pribadi Demi Hadiah

Siapa yang enggak tergiur dengan hadiah yang diberikan secara cuma-cuma alias gratisan? Cukup dengan mengisi data, kamu bakal dikasih hadiah menarik tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun. Nah, hal inilah yang terjadi dengan pengguna internet di wilayah Asia-Pasifik.

Laporan Kaspersky berjudul Global Privacy yang dirilis pada 2019, menemukan bahwa sebanyak 39,2 persen pengguna internet di Asia Pasifik mengatakan bersedia mengorbankan data pribadi untuk mendapatkan keselamatan tambahan, seperti pemeriksaan keamanan, atau pengawasan.

Sebanyak 22 responden mengaku mau berbagi info detail tentang media sosial mereka hanya untuk sebuah kuis yang menghibur. Sedangkan 18,9 persen lainnya, mengaku mengabaikan aspek privasi demi mendapat hadiah.

Laporan yang sama juga melaporkan, lebih dari 55,5 persen responden pada kelompok usia 16-24 tahun dan 25-34 tahun, menganggap mustahil memiliki privasi online yang utuh di era digital seperti sekarang ini. Jadi, gak heran jika responden bersedia secara sadar memberikan data pribadi demi keuntungan jangka pendek.

Menurut laporan resminya, Kaspersky mencatat data pribadi yang sering dibagikan, antara lain alamat, tanggal lahir, hingga foto, supaya mudah terhubung dengan teman dan keluarga di media sosial. Pengguna medsos bahkan mengatakan, 53,6 persen mengalami pelanggaran data pribadi sehingga bisa diakses oleh orang yang gak bertanggung jawab.

Pelanggaran privasi daring paling tinggi tercatat pada kelompok usia 16-24 tahun, yaitu mencapai 57,1 persen. Para korban mengaku terganggu dengan adanya spam dan iklan yang memanfaatkan data pribadi mereka. Sementara 56,7 persen menghadapi ancaman kebocoran data saat berselancar di dunia maya.

Ada 11.887 partisipan yang berasal dari 21 negara yang dilibatkan dalam survei ini. Dari keseluruhan responden, 3177 berasal dari Asia Tenggara, yaitu Indonesia dan Vietnam.

Artikel Sebelumnya