Tingkat Lanjut

Rekomendasi Cara Ampuh Tingkatkan Keamanan Sebuah Perangkat

Internet memang memudahkan kita dalam berbagai aktivitas. Tapi, Anda harus tetap waspada karena ada berbagai ancaman di dunia maya yang dapat mengancam data-data yang kita unggah atau simpan di internet melalui sebuah perangkat. 

Baik itu perangkat komputer, laptop atau pun smartphone, Anda harus tetap berhati-hati agar data Anda tetap terjaga. Sebab, perangkat yang terhubung ke jaringan internet, bisa mengancam data dan privasi Anda. 

Nah, untuk mencegah hal itu terjadi, Anda harus melakukan tindakan pencegahan dengan meningkatkan keamanan pada berbagai perangkat yang Anda miliki, bagaimana caranya? 

Cara meningkatkan keamanan di perangkat komputer

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan keamanan di komputer atau laptop, agar terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan, termasuk malware. Berikut ulasannya seperti dikutip dari Liputan 6.

Gunakan selalu Incognito mode saat berada di luar

Saat bepergian, Anda terkadang memerlukan komputer atau laptop seperti untuk mengakses email dan sosial media. Untuk melakukan aktivitas tersebut, maka dibutuhkan jaringan internet.

Fitur Incognito mode, sangat berguna ketika mengakses data penting saat berselancar internet, terutama di tempat publik. Saat masuk dalam mode ini, Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan data yang tersimpan, bahkan saat lupa menekan tombol logout. Incognito mode, adalah fitur privasi pada situs web untuk menonaktifkan history dan cache browsing.

Memakai antivirus

Saat membeli komputer baru, banyak orang khawatir mengenai fitur keamanannya. Kekhawatiran tersebut membuat mereka memasang beberapa aplikasi keamanan sekaligus seperti antivirus dan antispyware. Padahal, hal ini akan membebani kinerja komputer yang berimbas pada performa.

Untuk mengatasi permasalahan semacam itu, saat ini OS seperti Windows 10 sudah menyediakan antivirus bawaan. Namun jika masih terasa kurang, Anda cukup memasang satu antivirus lagi sesuai yang diinginkan.

Selalu update OS dan aplikasi

Ada sejumlah orang yang tidak peduli terhadap versi terbaru OS atau aplikasi yang digunakan pada komputer. Proses update lama hingga kinerja komputer akan menurun, kerap dijadikan alasan. 

Padahal, menggunakan versi terbaru OS dan aplikasi merupakan salah satu cara untuk membuat komputer tetap aman. Selain terkait dengan keamanan, proses update terutama OS justru akan meningkatkan performa komputer.

Ganti password secara berkala

Mengganti password secara berkala setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali sangat dianjurkan. Selain itu, sebaiknya gunakan password kuat dengan berbagai kombinasi di dalamnya, seperti huruf, angka dan simbol.

Anda bisa menggunakan aplikasi kalender untuk memberikan pemberitahuan jika sudah saatnya mengganti password. Anda juga bisa menggunakan sejumlah aplikasi password manager untuk mengelola password pada berbagai akun online.

Backup data dan dokumen penting

Jika Anda sering bekerja secara offline, pasti akan menyimpan data dan dokumen pada drive penyimpanan yang tersedia. Untuk mencegah kehilangan data yang disebabkan berbagai hal, Anda dapat melakukan proses backup.

Saat ini, ada banyak layanan cloud seperti OneDrive atau Dropbox untuk menyimpan data dan dokumen secara online. Bagi yang jarang terhubung ke internet, bisa menyimpan data-data tersebut pada flashdisk atau hard disk eksternal.

Jangan sembarang melakukan pembayaran online

Salah satu aktivitas yang sering dilakukan menggunakan komputer adalah belanja online.  Namun, Anda harus berhati-hati dan jangan sembarang melakukan pembayaran secara online.

Gunakan platform e-commerce terpercaya dalam melakukan sistem pembayaran. Untuk mencegah penipuan, hindari memberikan data pribadi dan nomor rekening pada saat berbelanja secara pribadi.

Abaikan pesan spam

Pengguna komputer seringkali menerima pesan berantai berisi promosi atau iklan menarik di berbagai media sosial. Hal ini sangat berbahaya, terutama jika ternyata itu adalah pesan spam. Oleh karena itu, jangan pernah membuka link di dalam pesan spam tersebut.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan link tersebut asli dan bukan jebakan dari penjahat siber. Gunakan Google untuk memeriksa situs web resmi dari pesan yang diterima. Segera hapus jika ternyata pesan tersebut mencurigakan.

Cara meningkatkan keamanan di smartphone

Hacker atau peretas dan oknum tidak bertanggung jawab lainnya memiliki banyak celah untuk menembus keamanan perangkat kita, termasuk di smartphone atau ponsel pintar. Berikut cara meningkatkan keamanan di smartphone, dikutip dari IDN Times. 

Memasang antivirus

Tidak hanya di komputer, antivirus juga perlu dipasang di smartphone untuk melindungi dari serangan virus dan malware. Sebagian besar smartphone sudah memasang antivirus bawaan. Tapi jika ponsel Anda belum memilikinya, segera pasang. Lakukan juga pemindaian secara rutin agar Anda bisa mengantisipasi serangan virus dan malware. 

Meminimalisir penggunaan WiFi publik

WiFi publik memang banyak dicari karena gratis. Namun, ada konsekuensi yang menanti di baliknya. Yaitu, orang lain bisa mengakses perangkat Anda dengan mudah. Sebaiknya gunakan WiFi pribadi atau paket data pribadi.

Matikan semua koneksi jika sudah tidak digunakan lagi

Jika sudah tidak menggunakannya lagi, matikan semua koneksi di smartphone, termasuk WiFi, bluetooth dan GPS. Selain menghemat baterai ponsel, mematikan koneksi tersebut juga penting untuk mencegah orang lain memiliki akses ke perangkat Anda. 

Aktifkan pengunci atau lock screen

Aktifkan pengunci dengan kata sandi agar orang lain tidak bisa membuka ponsel tanpa seizin Anda. Anda bisa menggunakan pengunci berupa PIN, pola, atau kata sandi. Dengan begitu, orang lain tidak bisa mengakses sembarangan. Hal ini juga berguna ketika ponsel Anda hilang atau dicuri.

Kunci aplikasi yang penting

Kunci aplikasi yang penting dan sensitif, seperti M-banking, email dan lainnya. Caranya, Anda bisa mengunduh aplikasi seperti AppLock di Play Store. Mereka akan memberikan kunci tambahan ke aplikasi-aplikasi penting. 

Mengaktifkan Find My iPhone

Bagi pengguna iPhone, Anda bisa mengaktifkan Find My Phone. Fitur ini merupakan salah satu aplikasi yang dibuat oleh Apple untuk melakukan pelacakan perangkat melalui browser. 

Lalu, jika Anda sudah mengaktifkan fitur Lost Mode maka perangkat akan menampilkan pesan atau melakukan panggilan telepon ke orang terdekat Anda. Selain itu, Anda juga dapat mengetahui posisi perangkat yang sudah Anda aktifkan Find My iPhone-nya via email. 

Mengaktifkan Touch ID atau Face ID

Masih bagi pengguna iPhone, Anda bisa menggunakan keamanan ini untuk melengkapi Passcode Lock sebagai pembuka kuncian di Lockscreen. 

Selain itu, Touch ID atau Face ID juga memudahkan untuk mengakses beberapa fitur keamanan lainnya. Mulai dari otentifikasi di iTunes dan App Store, Apple Pay, dan fitur Password Autofill. Semuanya akan menjaga keamanan iPhone Anda.

Ratusan Juta Data Penduduk RI Diduga Bocor di Internet

Tidak hanya di dunia nyata, kejahatan juga kerap mengintai di dunia maya. Salah satu yang cukup mengkhawatirkan adalah bocornya data kita di internet, yang akhirnya dijual oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Seperti kasus menghebohkan yang terjadi baru-baru ini. 

Sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga telah bocor. Tidak hanya itu, data tersebut bahkan dijual di forum hacker bernama Raid Forums pada tanggal 12 Mei 2021. Namun belum diketahui secara pasti dari mana data tersebut berasal dan bagaimana data itu diperoleh.

Dikutip dari situs CNNIndonesia, informasi pribadi dalam kebocoran data itu meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, alamat, nomor telepon, bahkan hingga foto pribadi, yang diunggah oleh akun bernama Kotz. 

Akun tersebut juga memberikan 1 juta data sampel secara gratis untuk diuji dari 279 juta data yang tersedia. Pemiliknya menjual 279 juta data ini dengan harga 0,15 bitcoin atau setara Rp87 juta.

Salah satu akun @Br__AM di Twitter, menyampaikan bahwa data itu adalah milik Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan. Sementara informasi tersebut, diperoleh dari komunikasinya dengan akun bernama KAZALA MORO.

Kepala Humas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Iqbal Anas Ma'ruf menegaskan, pihaknya sedang melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah data yang bocor tersebut berasal dari BPJS Kesehatan atau bukan.

"Kami sudah mengerahkan tim khusus untuk sesegera mungkin melacak dan menemukan sumbernya," kata Iqbal kepada CNNIndonesia, pada hari Kamis, 20 Mei 2021. 

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belum dapat memastikan apakah 279 juta data penduduk Indonesia itu benar telah dijual di forum hacker, Raid Forums. Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi, mengatakan pihaknya sedang melakukan pendalaman terkait dengan hal itu.

Cara mengecek apakah data kita telah dicuri atau tidak

Kebocoran data bukan kali ini saja terjadi, 180 juta data penduduk Indonesia diketahui telah dijual di forum yang sama pada tanggal 27 November 2020. Data tersebut berkaitan dengan data pemilih pada Pemilu tahun 2019.

Sebenarnya, kita bisa mengecek sendiri apakah data kita sudah terbuka dan dicuri pihak lain atau tidak. Ada empat situs yang memberikan layanan tersebut. Berikut keempat situs yang dimaksud, dikutip dari CNBC Indonesia. 

Have I Been Pawned

Situs ini dapat mengecek apakah Anda jadi korban salah satu kebocoran data dari berbagai aplikasi. Caranya tinggal masuk ke laman haveibeenpawned.com. Lalu, masukkan nomor telepon atau email pada kolom di tengah dan klik pawned. Jika data Anda bocor, maka akan terlihat daftar aplikasi mana saja tempat data Anda bocor.

Avast

Avast juga menyediakan layanan yang sama melalui laman avast.com. Anda tinggal memasukkan alamat email pada kolom yang disediakan dan klik check now. Jika ada data yang bocor, maka akan ada pesan yang masuk ke inbox email. Di sana tertera di mana kebocoran data terjadi dan bisa juga melihat detail kejadian.

Firefox Monitor

Firefox Monitor juga dapat mengecek kebocoran data. Pihak Firefox mengatakan, mereka dapat mencari alamat email yang tersangkut kebocoran data publik sejak tahun 2007 lalu. Untuk mengeceknya, masukkan alamat email Anda. Lalu akan terlihat di mana saja letak kebocorannya dan data apa saja yang berhasil diambil dari kejadian itu.

Periksa Data

Di laman periksadata.com juga bisa melakukan pengecekan yang sama. Hanya memasukkan alamat email lalu seluruh data yang ikut bocor dalam beberapa kejadian terkait, akan keluar sebagai hasilnya. Ada juga informasi mengenai total seluruh data yang bocor dalam kejadian itu.

Artikel Sebelumnya