Edukasi

Pernah Kena Cyberbullying dan Body Shaming? Begini Cara Smart Ngadepinnya

Tahukah Anda apa itu cyberbullying dan body shaming? Ya, cyberbullying merupakan segala kekerasan yang dialami seseorang, yang dilakukan oleh orang lain, melalui internet atau dunia maya. Sedangkan body shaming adalah kegiatan mengkritik dan mengomentari fisik orang lain secara negatif.

Cyberbullying dan body shaming bukan hanya terjadi pada orang dewasa saja, namun ada juga beberapa kasus yang melibatkan anak-anak sebagai korbannya. Keduanya, sama-sama memiliki dampak yang sangat negatif terutama bagi tumbuh kembang anak.

Dalam hal ini perkembangan anak dapat terganggu, di antaranya anak dapat merasa cemas, takut, merasa dipermalukan, tidak percaya diri, depresi, dan masih banyak lagi dampak yang akan menghantui sang anak.

Mirisnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai, komitmen perlindungan terhadap anak masih rendah di Indonesia. Lalu, bagaimana cara melindungi anak dari cyberbullying dan body shaming? Bunda, bisa terapkan langkah-langkah berikut ini.

Orangtua wajib berperan aktif dan proaktif

Orangtua wajib aktif untuk memperhatikan perilaku anak, terutama jika anak terlihat seperti depresi, aneh dan mengalami perubahan perilaku, seperti langsung terbuka, menutupinya, atau hanya diam saja ketika ditanya orangtua.

Anda bisa menanyakan pada anak dengan cara halus, ajak anak bicara dan minta mereka bercerita, agar Anda bisa mengetahui masalah apa yang sedang dihadapi sang anak.

Ajari anak

Ajari anak agar tidak sembarangan memberikan informasi pribadi yang dapat menyebabkan pelecehan atau dipermalukan, seperti memberikan foto bayi, deskripsi fisik, dan lain-lain.

Setelah membahas bagaimana caranya melindungi anak, berikut ini akan dijelaskan cara menghadapi intimidasi siber atau cyberbullying dan body shaming. Berikut beberapa tipsnya.

  1. Tetap tenang
  2. Hentikan kegiatan atau abaikan pelaku
  3. Katakan pada pelaku untuk berhenti
  4. Beri tahu orang dewasa yang dipercaya
  5. Blokir akses pelaku bullying
  6. Jika Anda mengetahui si pelaku, kirimkan salinan bukti pelecehan kepada orangtuanya. Minta mereka untuk menghentikannya secara sopan.
  7. Hubungi penyedia layanan internet untuk memblokirnya.
  8. Kalau pelecehan ini sudah jadi ancaman serius, bunda bisa menghubungi polisi atau pihak terkait.

Setelah mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk melindungi anak dari cyberbullying dan body shaming, cobalah untuk mengajarkannya pada mereka. Bunda juga harus menanamkan pada si kecil agar mereka jangan sampai melakukannya pada teman-temannya, karena dampak cyberbullying dan body shaming ini sangat besar untuk korbannya.

Artikel Sebelumnya