Edukasi

Pernah Jadi Korban Kejahatan Siber? Laporin Aja!

Saat ini makin banyak dan beragam kasus kejahatan siber, mulai dari penipuan, pornografi, terorisme, penyadapan, pencemaran nama baik, ujaran kebencian, sampai berita hoax alias kabar bohong, yang tentu saja menimbulkan keresahan.

Khusus untuk berita hoax, enggak sedikit orang yang percaya dengan konten yang tidak ada nilai kebenarannya tersebut. Untuk itu, buat siapa saja yang melakukannya, pelaku akan dijerat dengan UU ITE jika terbukti terlibat dalam menyebarkan konten negatif dan hoax.

Menurut situs Indonesia.go.id, ada beberapa rujukan untuk mengetahui apakah berita tersebut termasuk konten negatif atau tidak. Sebuah konten tergolong negatif di antaranya jika berbau pornografi, SARA, penipuan atau perdagangan ilegal, narkoba, perjudian dan radikalisme.

Akun Twitter Indonesia Baik @GPRindonesia, juga menyebut konten yang termasuk konten negatif, di antaranya mengandung unsur kekerasan, kekerasan anak, malware dan phising, serta pelanggaran kekayaan intelektual.

Nah, jika kamu menemukan konten negatif seperti yang disebutkan di atas, kamu bisa melaporkannya. Caranya gampak kok, cukup ikutin langkah-langkah berikut ini.

  1. Kamu bisa lakukan screen capture alias tangkapan layar disertai url link, kemudian mengirimkan data ke aduankonten@mail.kominfo.go.id.
  2. Kiriman aduan kamu akan segera diproses setelah melalui verifikasi. Kerahasiaan pelapor dijamin dan aduan konten dapat dilihat di laman web trustpositif.kominfo.go.id.
  3. Kamu bisa juga WhatsApp ke nomor 0811-922-4545, atau Twitter @aduankonten, @BNPTRI, @CCICPolri, @DivHumas_Polri.

Selain hoax, kejahatan siber lainnya yang perlu kamu waspadai adalah peretasan dan penipuan. Jika kamu pernah menjadi korban penipuan lewat internet, kamu bisa melaporkannya via email ke cybercrime@polri.go.id. Dalam laporan tersebut, kamu harus menyertakan keterangan yang jelas, seperti:

  • Identitas pelaku
  • Alamat yang diberikan pelaku
  • Nomor rekening pelaku
  • Nomor telepon pelaku
  • Kronologi kejadian
  • Kerugian yang dialami akibat penipuan
  • Bukti foto atau screen capture atau SMS atau apa pun dari pelaku
  • Informasi pendukung lainnya yang dirasa perlu.


Jika dirasa belum cukup, kamu disarakan untuk datang dan melaporkannya secara langsung ke kantor polisi terdekat terkait apa yang kamu alami. Sebelum datang ke kantor polisi, pastikan kamu mengetahui hal-hal berikut ini terlebih dahulu ya.

  1. Siapkan bukti yang cukup, seperti tangkapan layar (screenshot), url, foto, atau video dari ujaran kebencian yang akan dilaporkan. Bisa dikumpulkan dalam media penyimpanan seperti flashdisk, harddisk, CD/DVD, dan lainnya. Satu bukti yang kuat sudah cukup.
  2. Datang ke kantor polisi, setidaknya  tingkat Polres untuk tindak pidana siber.
  3. Menuju ke ruang SPKT kantor polisi untuk menyampaikan laporan dan bukti-buktinya ke
    petugas.
  4. Petugas akan mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan laporan
    ujaran kebencian, mengetik dan mencetak bukti pelaporan.
  5. Menunggu pemberitahuan selanjutnya dari polisi.

Cukup mudah, kan? Jadi, jika kamu merasa jadi korban kejahatan siber, seperti ujaran kebencian, pencemaran nama baik, dan kejahatan siber lainnya, jangan ragu buat melaporkannya yaa.


Artikel Sebelumnya