Tingkat Dasar

Pentingnya Jejak Digital dalam Rangka Menjaga Reputasi Diri

Reputasi online merupakan citra (image) yang baik di internet, baik di kalangan pengguna atau di kalangan netizen. Atau, sebuah langkah yang diambil untuk mempengaruhi reputasi individu itu sendiri. 

Di zaman serba internet seperti sekarang ini, menjaga reputasi di dunia maya sama pentingnya dengan dunia nyata. Jika salah posting, reputasi Anda bisa saja tercoreng. Belum lagi, komentar negatif dari netizen, akan sangat berdampak pada kesehatan mental Anda. 

Menjaga reputasi diri tetap positif di dunia maya, akan membawa banyak manfaat. Selain menambah teman untuk berinteraksi, ini juga bisa menjadi peluang untuk mendapatkan pekerjaan bahkan berbisnis. 

Kabar baiknya, sebagian besar remaja sudah sadar untuk menjaga reputasi dirinya tetap positif di dunia maya. Hal ini mengacu pada sebuah survei yang dilakukan oleh Pew Research Center. Dalam survei tersebut, mereka melibatkan partisipan remaja berusia 18-29 tahun. 

Hasilnya, survei tersebut menunjukkan tren positif, di mana hampir sebagian dari partisipan yang terlibat sudah sadar untuk melindungi diri sendiri dengan menjaga reputasi online. 

Cara menjaga reputasi online tetap positif

Untuk menghindari hal-hal yang berpotensi merusak reputasi diri Anda di dunia maya, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menjaga reputasi Anda tetap positif, dihimpun dari berbagai sumber.

Atur privasi posting

Di berbagai media sosial sudah menyediakan fitur untuk mengklasifikasikan teman-teman kita. Gunakan fitur tersebut untuk menentukan mana teman dekat, teman biasa, atau yang sekadar kenalan. Dengan pilihan setting privasi yang benar, maka postingan kita tidak bisa dibaca oleh sembarangan orang yang bisa saja ingin merusak reputasi kita. 

Jangan oversharing

Jangan berlebihan saat berbagi momen di media sosial. Hindari mengatakan hal-hal sensitif, seperti berbau SARA dan politik. Selain bisa menimbulkan kesalahpahaman, hal ini juga bisa merusak reputasi Anda. 

Teliti sebelum menyebar berita

Cobalah lebih teliti ketika akan menyebarkan berita di WhatsApp atau media sosial lain. Biasakan untuk mengecek kebenaran berita terlebih dahulu sebelum membagikannya. Jangan sampai Anda dicap sebagai penyebar hoax. 

Jangan mudah terprovokasi

Jangan mudah terprovokasi dengan sebuah kabar yang tidak jelas asalnya. Bila ada kabar yang kurang mengenakan, ada baiknya melakukan kroscek ke media-media lain sebelum menyebarluaskannya. 

Akan menjadi masalah bila Anda terprovokasi berita, kemudian melampiaskan kemarahan di media sosial. Bayangkan, jika Anda sudah marah-marah tapi ternyata berita yang Anda baca adalah berita palsu. Tentunya itu akan memalukan.

Ingat ada jejak digital

Terkadang kita tidak sadar apa saja yang kita tuliskan di media sosial. Padahal, apa yang kita ketik akan meninggalkan jejak atau disebut dengan jejak digital. Maka dari itu, berhati-hatilah saat berinteraksi di grup chat atau media sosial, karena apa yang kita tulis dapat dengan mudah di screenshot orang lain dan disebar tanpa kita ketahui. 

Tahan diri di grup chat

Jangan keasyikan membicarakan orang lain di grup chat, terlebih jika grup tersebut memiliki banyak anggota. Jika teman orang yang Anda bicarakan ada di grup itu, tulisan Anda bisa di screenshot kemudian dilaporkan pada orang yang bersangkutan. Jika itu terjadi, kehidupan sosial Anda juga akan terganggu. 

Jangan berbagi konten tak pantas

Hindari mengunggah konten tak pantas di Youtube atau media sosial lainnya. Anda bisa saja dilacak dengan menggunakan alamat email. Belum lagi, jika ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mencari celah untuk memanfaatkan hal tersebut. 

Berhenti mengeluh di media sosial

Terus-menerus mengeluh di media sosial tidak akan membuat pengikut Anda bersimpati. Sebaliknya, Anda hanya akan dicap sebagai 'tukang ngeluh'. Oleh karena itu, jangan gunakan media sosial Anda untuk menulis hal negatif. Usahakan untuk menyeimbangkannya agar reputasi Anda tetap baik di dunia maya. 

Browsing tentang diri Anda sendiri

Melacak informasi tentang si pelamar kerja via Google, kini sudah umum dilakukan oleh perusahaan. Jadi, jangan ragu untuk browsing diri Anda sendiri di Google, kemudian tata informasi digital Anda sebaik mungkin. 

Gunakan Google/Profiles

Tools dari mesin pencari Google ini memungkinkan user untuk membuat profil personal, sehingga Anda bisa mengontrol hal apa saja yang ingin dilihat orang lain mengenai diri Anda.


Artikel Sebelumnya