Ikhtisar

Mengenali Bahaya di Balik Privasi dan Keamanan Sebuah Perangkat atau Aplikasi

Menjelajahi dunia maya sangat erat kaitannya dengan penggunaan password atau kata sandi. Hampir setiap akun yang dibuat di internet membutuhkan password sebagai penguat keamanan akun tersebut.

Fungsi password sendiri sangat penting sebagai alat otentikasi identitas kita di dunia maya. Namun, pentingnya password seringkali diabaikan oleh pengguna internet. Masih banyak pengguna yang belum sepenuhnya mengetahui kiat-kiat membuat password yang aman dan mudah. Lalu, bagaimana cara membuat password yang mudah namun juga aman? Berikut di antaranya. 

1. Ubah password default atau password bawaan

2. Gunakan two factor authentication jika tersedia

3. Biasakan untuk log out

Jika password di salah satu akun Anda hilang atau diketahui orang lain, jangan tinggal diam. Segeralah untuk mengganti dengan password yang baru dan jangan lupa memasang antivirus. 

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menggunakan Aplikasi

Firma sekuriti Upstream, mendeteksi ada lebih dari 29.000 aplikasi Android berbahaya yang beredar pada kuartal pertama 2020. Angka tersebut bahkan naik drastis dari kisaran 14.500 aplikasi berbahaya yang tercatat paa periode yang sama tahun lalu.

Lebih lanjut Upstream menyebutkan, sebagian besar aplikasi berbahaya yang ditemukan, masuk dalam kategori hiburan, seperti game, interaksi sosial, serta konsumsi konten seperti video player dan majalah atau koran.

Nah, untuk meminimalisir dampak dari aplikasi yang berbahaya, pastikan untuk selalu mengunduh setiap aplikasi yang Anda inginkan hanya di toko aplikasi yang sudah terpercaya, seperti App Store dan Play Store. 

Biasakan juga untuk membaca syarat dan ketentuan atau yang disebut EULA (End User License Agreement) sebelum melakukan unduhan aplikasi pada perangkat Anda, untuk meminimalisir risiko kebocoran data pribadi. 

Hacking

Kebocoran data pribadi akan menimbulkan risiko, antara lain pencurian data oleh pihak tertentu atau biasa disebut sebagai aktivitas hacking. Kemudian, apa saja risiko yang dihadapi jika Anda terkena hacking? 

Hacker dapat melihat data yang anda simpan di telepon, melacak lokasi Anda, memaksa ponsel Anda untuk mengirim teks ke situs web premium. Seorang hacker bahkan juga bisa mengirimkan tautan berbahaya pada orang lain dari kontak Anda yang mengatasnamakan Anda sendiri. 

Rekomendasi Cara Ampuh Tingkatkan Keamanan Sebuah Perangkat

Internet memudahkan kita dalam berbagai aktivitas. Tapi, Anda harus tetap waspada karena ada berbagai ancaman di dunia maya yang dapat mengancam data-data yang kita unggah atau simpan di internet melalui sebuah perangkat. 

Untuk mencegah hal itu terjadi, Anda harus melakukan tindakan pencegahan dengan meningkatkan keamanan pada berbagai perangkat yang Anda miliki, bagaimana caranya? 

Cara meningkatkan keamanan di perangkat komputer

1. Gunakan selalu Incognito mode saat berada di luar

2. Memakai antivirus 

3. Selalu update OS dan aplikasi

4. Ganti password secara berkala

5. Backup data dan dokumen penting

6. Jangan sembarang melakukan pembayaran online

7. Abaikan pesan spam

Cara meningkatkan keamanan di smartphone

1. Memasang antivirus

2. Meminimalisir penggunaan WiFi publik

3. Matikan semua koneksi jika sudah tidak digunakan lagi

4. Aktifkan pengunci atau lock screen

5. Kunci aplikasi yang penting

6. Mengaktifkan Find My iPhone

7. Mengaktifkan Touch ID atau Face ID

Ratusan Juta Data Penduduk RI Diduga Bocor di Internet

Sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga telah bocor. Tidak hanya itu, data tersebut bahkan dijual di forum hacker bernama Raid Forums pada tanggal 12 Mei 2021. Namun belum diketahui secara pasti dari mana data tersebut berasal dan bagaimana data itu diperoleh.

Dikutip dari situs CNNIndonesia, informasi pribadi dalam kebocoran data itu meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, alamat, nomor telepon, bahkan hingga foto pribadi, yang diunggah oleh akun bernama Kotz.

Cara mengecek apakah data kita telah dicuri atau tidak

Kebocoran data bukan kali ini saja terjadi, 180 juta data penduduk Indonesia diketahui telah dijual di forum yang sama pada tanggal 27 November 2020. Data tersebut berkaitan dengan data pemilih pada Pemilu tahun 2019.

Sebenarnya, kita bisa mengecek sendiri apakah data kita sudah terbuka dan dicuri pihak lain atau tidak. Ada empat situs yang memberikan layanan tersebut, antara lain Have I Been Pawned (haveibeenpawned.com), Avast (avast.com), Firefox Monitor dan Periksa Data (periksadata.com).

Artikel Sebelumnya