Tingkat Menengah

Memahami Risiko di Balik Kebebasan dalam Berbagi Informasi

Berbagi informasi, konten atau momen pribadi di media sosial memang seru dan menyenangkan. Kita bisa membagikan apa saja dengan teman-teman di media sosial, baik yang dikenal maupun orang asing sekalipun. 

Tapi fenomena yang biasa terjadi adalah, saking senangnya mengunggah kiriman, tanpa disadari ada saja informasi pribadi yang seharusnya tidak perlu diketahui publik. Tentu saja hal ini akan membahayakan diri Anda sendiri. 

Terlalu bebas membagikan informasi di dunia maya disebut juga dengan oversharing. Umumnya, oversharing ditafsirkan sebagai perilaku terlalu banyak memberikan informasi detail yang tidak pantas tentang kehidupan pribadi ataupun orang lain di media sosial. 

Oversharing atau terlalu bebas mengumbar informasi di dunia maya, membawa sejumlah risiko dan petaka bagi diri Anda sendiri. Bahayanya, banyak orang yang masih tidak menyadari risiko yang akan terjadi ketika kita mengklik tombol bagikan. 

Berikut beberapa bahaya atau risiko jika terlalu bebas membagikan informasi di media sosial, dilansir dari situs The Explorion. 

Anda akan dikuntit

Tak sedikit orang yang membagikan foto ketika sedang berada di suatu tempat. Informasi ini bisa menjadi tambang emas bagi penjahat dunia maya. Dengan selalu membagikan informasi detail tentang keberadaan Anda, rumah Anda bisa saja dibobol saat Anda pergi. 

Membagikan foto dengan menyematkan lokasi  juga cenderung tidak aman karena mengandung metadata yang mencakup posisi geografis Anda, yang juga bisa digunakan untuk melacak keberadaan Anda. Lokasi yang dicantumkan saat berbagi di Facebook, Twitter, Instagram dan check in di Foursquare, dapat memberikan lokasi Anda dengan mudah. 

Reputasi online menjadi buruk 

Kini banyak perusahaan yang memeriksa akun media sosial pelamar kerja. Jika Anda terlalu bebas berbagi informasi tanpa menyaringnya, hal ini bisa berdampak pada reputasi Anda. Ingat, reputasi online sama pentingnya dengan menjaga reputasi di dunia nyata. Jika Anda harus berbagi secara online, pastikan cerdas dan bijaksana. 

Berpeluang untuk dirampok

Contoh nyata perampokan yang terjadi akibat terlalu bebas berbagi informasi pernah dialami oleh selebriti Hollywood, Kim Kardashian. Pada tahun 2016, saat sedang berada di Paris, Prancis, dia membagikan foto cincin berlian dan perhiasan mahal di media sosial, yang berujung pada perampokan. 

Bahkan ada situs bernama Pleaserobme, yang menggunakan data dari Twitter dan Foursquare untuk menunjukkan rumah yang sedang kosong. Dengan adanya situs web ini akan lebih mempermudah orang lain untuk merampok, hanya karena Anda menyematkan lokasi keberadaan Anda. 

Pencurian identitas

Karena banyaknya informasi yang telah Anda bagikan, seseorang dapat dengan mudah mencuri identitas Anda dan menyamar sebagai Anda. Peretas dapat dengan mudah mengumpulkan informasi tentang Anda dan menjualnya di dark web kepada penawar tertinggi. 

Meninggalkan jejak digital yang negatif

Terkadang kita tidak sadar apa saja yang kita tuliskan di media sosial. Padahal, apa yang kita ketik akan meninggalkan jejak atau disebut dengan jejak digital. 

Maka dari itu, berhati-hatilah saat berinteraksi di grup chat atau media sosial, karena apa yang kita tulis dapat dengan mudah di screenshot orang lain dan disebar tanpa kita ketahui. Selain itu, jejak digital kita juga menjadi negatif jika terlalu bebas berbagi informasi. 

Untuk menghindari bahaya atau risikonya, beberapa informasi yang tidak boleh dibagikan di media sosial antara lain, alamat rumah atau sekolah, nomor telepon, geolokasi terkini, foto dan video pribadi, mengunggah foto orang lain tanpa izin, foto anak atau bayi Anda, foto barang mewah, informasi tentang kehidupan pribadi, dan pernyataan kritis tentang topik sensitif.

Artikel Sebelumnya