Tingkat Lanjut

Langkah Tepat Saat Menemukan Berita Hoax di Internet

Hoax atau berita bohong makin merajalela di internet. Baik di sosial media, di-broadcast lewat aplikasi chating, atau bisa juga disebar dalam bentuk artikel berita yang dimuat di sebuah situs atau blog dengan mengatasnamakan dirinya sebagai portal berita.

Hoax sendiri adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar. Tujuan dari berita bohong ini adalah untuk membuat masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman dan merasa kebingungan. 

Konten-konten hoax dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu misinformasi dan disinformasi. Misinformasi adalah jenis hoax di mana kebenaran berita atau informasi dipelintir sedemikian rupa, sehingga membentuk narasi yang menyimpang dan menyesatkan banyak orang. Penyebaran misinformasi biasanya terjadi secara tidak sengaja, karena kabar yang beredar disampaikan dari mulut ke mulut dan memungkinkan setiap orang mengurangi atau menambahkan informasi itu.

Sementara disinformasi, adalah informasi palsu yang sengaja disebarkan untuk menipu atau merekayasa dengan motif tertentu. Disinformasi adalah bagian dari misinformasi yang sifatnya mengada-ada atau menciptakan sesuatu yang benar-benar tidak ada sama sekali.

Mengutip dari Antara, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengungkapkan terkait isu hoax di tahun 2021, paling banyak adalah mengenai berita COVID-19. Berdasarkan data dari tanggal 23 Januari 2020 sampai 10 Maret 2021, total ada 1.470 isu hoax terkait COVID-19. Namun, hoax yang paling banyak disebar adalah di media sosial yaitu sebanyak 2.697, paling banyak di platform Facebook dan Twitter.

Cara mengenali hoax

Sebenarnya banyak berita hoax yang mudah dikenali, karena informasinya sendiri tidak masuk akal. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki pola berpikir kritis, khususnya bagaimana membedakan mana informasi hoax dan mana yang bukan. 

Pada umumnya, informasi hoax memiliki beberapa ciri yang bisa kita kenali, berikut beberapa di antaranya, dikutip dari buku Antisipasi Hoaks yang diterbitkan Kominfo. 

  1. Diawali dengan kata-kata sugestif dan heboh
  2. Kerap mencatut nama-nama tokoh atau lembaga-lembaga terkenal. 
  3. Terdengar tidak masuk akal, sehingga kerap disertai dengan hasil penelitian palsu. 
  4. Tidak muncul di media-media arus utama, biasanya hanya beredar melalui pesan singkat atau situs yang tidak jelas kepemilikannya. 
  5. Biasanya disertai dengan penulisan huruf kapital dan tanda seru. 

Selain itu, terdapat beberapa cara singkat untuk mengidentifikasi apakah suatu informasi itu tergolong hoax atau bukan. Berikut di antaranya. 

  1. Periksa alamat URL atau website apakah kredibel atau tidak. 
  2. Periksa halaman tentang situs website yang menampilkan informasi tersebut. 
  3. Periksa apakah ada kalimat yang menyuruh pembaca untuk membagikan pesan tersebut. 
  4. Cross check cari di Google tema berita spesifik yang ingin dicek. 
  5. Cek kebenaran gambarnya di Google Image. 

Menemukan berita hoax, apa yang harus dilakukan? 

Jika Anda mendapati berita hoax, terutama yang sudah masuk dalam taraf yang membahayakan, tidak ada salahnya untuk melaporkannya. Jika Anda menemukannya di sosial media, biasanya masing-masing platform sudah memiliki fitur Report untuk konten atau komentar yang diketahui melanggar. 

Seperti pada Facebook, terdapat fitur Report Status dan di dalamnya ada pilihan kategori jenis pelanggaran. Jika terdapat banyak aduan dari penggunanya, maka Facebook akan menghapus status tersebut.

Mesin pencari Google juga memiliki fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian bila mengandung informasi palsu. Kemudian di Twitter, terdapat fitur Report Tweet untuk melaporkan tweet yang negatif. Begitu pun di Instagram, ada fitur Report sebagai spam atau konten yang tidak pantas.

Selain di media sosial, Anda juga bisa membuat pengaduan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika. Caranya, dengan mengirimkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id. Komunitas Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari warganet. Laman tersebut sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax. 

Cara bedakan situs asli dan palsu

Berita hoax salah satunya sering disebar dari situs web palsu. Dilansir dari India Times, berikut lima cara mudah untuk mendeteksi situs web palsu. 

Periksa URL

Cara paling sederhana untuk mengetahui apakah situs tersebut sah atau tidak, Anda dapat memeriksa URL. Pelaku kejahatan di balik situs penipuan akan berusaha membuat web seperti terlihat asli, namun URL tidak bisa memiliki nama yang sama dengan aslinya. Biasanya, pelaku akan menghilangkan satu huruf atau mengganti huruf yang lain agar pengguna terkecoh. Karenanya, jangan hanya melihat URL sekilas, tapi periksa dengan benar.

Lihat HTTPS

Situs yang sah harus memiliki protokol HTTPS dalam alamat web dan bukan hanya http:// melainkan harus ada huruf 's' di belakang yang merupakan singkatan dari secure. Bahkan situs web yang sah tanpa protokol ini bisa lebih mudah dibobol.

Percayakan pada perangkat lunak pilihan

Gunakan peramban terbaru yang terpercaya, seperti Chrome, Firefox, atau Safari. Peramban-peramban ini memiliki fitur bawaan yang memberi tahu Anda saat akan mengunjungi situs web berperingkat pengguna buruk atau telah dilaporkan sebagai situs scam sebelumnya.

Selain itu, sebagian besar perangkat lunak antivirus utama juga memiliki ekstensi browser yang tersedia dan menampilkan skor kepercayaan di sebelah tautan web, untuk memberi tahu pengguna seberapa aman situs web tersebut. 

Baca sebelum berinteraksi 

Jika berencana untuk membeli sesuatu dari situs web, pastikan Anda membaca detailnya dengan benar sebelum melakukan pembelian. Penggunaan bahasa yang buruk dalam situs web adalah salah satu tanda penipuan, seperti halaman 'Hubungi Kami' yang kosong.

Anda juga bisa mencari nama perusahaan terkait secara manual. Jika ada situs web otentik, situs web itu akan muncul di bagian atas pencarian dan biasanya situs atau perusahaan penipuan tidak akan memiliki banyak jejak digital.

Periksa iklan di situs

Jika situs web yang Anda kunjungi menampilkan terlalu banyak iklan dan terus bermunculan, kemungkinan besar itu adalah situs yang tidak sah. Bisa jadi, tujuan utamanya adalah menjual iklan, sementara tujuan sekundernya adalah untuk menipu seseorang agar mengklik iklan.

Artikel Sebelumnya