Tingkat Lanjut

Kegunaan Jejak Digital Untuk Para Pengguna di Masa Depan

Pernahkah Anda menyadari, apa pun yang Anda unggah di internet atau media sosial akan meninggalkan jejak? Ya, hal ini disebut juga dengan jejak digital. 

Dilansir dari TechTerms, jejak digital adalah informasi apa pun yang Anda tinggalkan tentang diri Anda di internet, mulai dari unggahan dan komentar di media sosial, penggunaan aplikasi, email, jejak navigasi GPS, serta situs web yang Anda kunjungi. 

Masifnya penggunaan internet dan smartphone, menghasilkan jejak digital jauh lebih banyak dan beragam dibandingkan sebelumnya. Pengamat teknologi informatika, Vaksincom Alfons Tanujaya, pun berpendapat demikian. Menurut dia, jejak digital seseorang akan bertambah banyak jika orang tersebut aktif mengggunakan internet. 

Kegunaan jejak digital

Efek jejak digital bisa bermacam-macam, tergantung dari penggunaannya, bisa positif atau sebaliknya malah berdampak negatif. Jika dikelola dengan baik, jejak digital dapat memberikan beberapa kegunaan berikut ini. 

Membentuk reputasi online yang positif

Jejak digital bisa memberikan pengaruh positif jika Anda menulis catatan aktivitas yang teliti dan mendetail di internet. Bahkan ketika Anda sudah menghapusnya, konten yang pernah diunggah di media sosial atau situs internet akan tetap ada. Tentu, ini akan membentuk reputasi online yang positif untuk Anda. 

Bisa menjadi aset di masa depan

Meski jejak digital banyak yang menganggapnya sebagai beban, sebenarnya jejak digital bisa menjadi aset. Jejak digital bisa menunjukkan identitas, keterampilan, dan minat. 

Mendapatkan pekerjaan atau membangun karier

Zaman sekarang, banyak perusahaan yang mencari informasi mengenai pelamarnya di internet atau meminta akun sosial medianya untuk memeriksa identitas mereka dan memverifikasi kesesuaian data. 

Nah, jika apa yang Anda tulis di internet atau sosial media hal-hal yang positif, tentu jejak digital Anda pun demikian. Ini tentu saja bisa bermanfaat untuk karier Anda. 

Menyimpan data

Manfaat jejak digital secara garis besar adalah mampu mengingat data kita yang disimpan di internet. Jadi, tidak perlu mencatat atau mengingatnya lagi. 

Sebagai alat bukti 

Staf Ahli Menkominfo, Henri Subiakto, mengatakan bahwa jejak digital dapat menjadi alat bukti hukum yang sah. Pada kasus hukum seringkali unggahan yang berisi pencemaran nama baik, fitnah atau tuduhan di media sosial dengan alasan tidak sengaja dilakukan. Sedangkan UU ITE menyatakan larangan mencemarkan nama baik, secara sengaja dan tanpa hak.

"Apabila jejak digital tersebut masih bisa diakses, ditampilkan, dan dijamin keutuhannya, maka dapat dijadikan alat bukti yang sah," kata Henri, dikutip dari situs Kominfo. 

Alasan harus menjaga jejak digital tetap positif

Jejak digital bagaikan dua mata pisau. Selain dapat berdampak positif, jejak digital juga bisa berdampak negatf. Terlebih, secara teknis semua konten yang pernah diunggah ke jagat dunia maya tidak bisa dihapus, sehingga akan berdampak di kemudian hari. 

Jika segala sesuatu yang Anda unggah di dunia maya hal-hal yang negatif, tentu saja jejak digital yang Anda tinggalkan juga akan negatif. Selain itu, reputasi online Anda juga akan menjadi buruk. Dampak buruk lainnya adalah, jejak digital Anda bisa diambil dan diedit hingga bebas dimanipulasi oleh pengguna internet lainnya.

Berikut beberapa alasan lain betapa pentingnya menjaga jejak digital Anda tetap positif. 

Pencurian identitas online

Semakin sering Anda melakukan kegiatan secara online dan meninggalkan jejak digital, maka semakin besar pula kemungkinan identitas Anda akan rentan dicuri. 

Pencurian identitas online terjadi ketika Anda mengunduh software yang berbahaya, menggunakan jaringan nirkabel yang tidak aman, menarik uang dari ATM yang dicurangi, berbagi kata sandi dengan orang lain, dan sebagainya.

Sesuatu yang Anda bagikan akan berdampak di kemudian hari

Segala sesuatu yang Anda lakukan di dunia maya akan meninggalkan jejak digital yang tidak akan pernah bisa dihapus. Tentu ini akan berdampak di kemudian hari, baik secara personal maupun profesional. 

Reputasi online perlu dibangun untuk karier

Membangun jejak digital yang positif akan memengaruhi reputasi online Anda, yang salah satunya dapat bermanfaat untuk membangun karier Anda. 

Zaman sekarang, jika melamar pekerjaan, pihak perusahaan akan meminta akun sosial media Anda untuk memeriksa jejak digital Anda. Termasuk apa yang Anda tulis, unggah, komentari, hingga apakah Anda pernah terlibat dalam perundungan online atau tidak. Ini akan menentukan apakah Anda akan diterima kerja di perusahaan tersebut atau tidak. 

Ingat, konten atau informasi yang Anda unggah di internet akan meninggalkan jejak digital dan memengaruhi reputasi online Anda. Maka dari itu, berhati-hatilah saat memposting sesuatu di media sosial dan internet.


Artikel Sebelumnya