Ikhtisar

Identifikasi Perundungan Lebih Dini dan Laporkan Kepada yang Berwajib

Online bullying adalah bullying yang dilakukan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini bisa terjadi di media sosial, platform chating, platform bermain game, dan ponsel. 

Sayangnya, banyak orang yang tidak bisa membedakan antara perilaku online bullying dengan bercanda. Nah, kadang-kadang, mereka akan menertawakan dengan mengatakan 'cuma bercanda kok' atau 'jangan dianggap serius dong'. Jika Anda merasa baik-baik saja atau tidak tersinggung, Anda bisa mengabaikannya. 

Namun, jika Anda merasa terluka atau berpikir sepertinya mereka menertawakan Anda, maka lelucon atau bercandaannya mungkin sudah terlalu jauh. Jika itu terus berlanjut, bahkan setelah Anda meminta orang itu berhenti dan Anda masih saja merasa kesal, maka ini bisa disebut sebagai bullying. 

Cara yang biasa digunakan untuk melakukan online bullying 

  1. Menyebarkan kebohongan
  2. Mengirim pesan ancaman
  3. Membajak akun media sosial. 

Langkah-Langkah Melaporkan Kasus Bullying yang Ditemukan

  1. Mencari bantuan 
  2. Hubungi Telepon Pelayanan Sosial Anak (TepSA)
  3. Blokir akun pelaku
  4. Simpan bukti 
  5. Laporkan

Bullying di media sosial

Melaporkan bullying di Facebook atau Instagram tergolong mudah. Anda dapat mengirim laporan (secara anonim) mengenai postingan, komentar, atau story yang tidak menyenangkan. 

Di Facebook terdapat fitur panduan yang dapat mengarahkan Anda untuk melalui proses penanganan bullying, atau apa yang harus dilakukan jika Anda melihat seseorang di-bully. 

Sedangkan di Instagram, ada Panduan Orang Tua yang memberikan rekomendasi untuk orang tua, wali, dan orang dewasa terpercaya tentang cara menyikapi cyberbullying, dan sebuah central hub di mana Anda bisa mempelajari tentang perangkat keamanan Instagram.

Jika bullying terjadi di Twitter, Anda bisa melaporkan melalui halaman Pusat Bantuan atau mengklik pilihan 'Laporkan Tweet' pada Tweet seseorang.

Jika bullying terjadi pada teman

Jika bullying menimpa teman Anda, cobalah untuk menawarkan dukungan atau bantuan. Tawarkan untuk pergi bersama jika mereka memutuskan untuk melapor. Yang paling penting, ingatkan dia bahwa Anda ada untuknya dan ingin membantu.

Jika teman Anda masih tidak ingin melaporkan kejadian tersebut, maka dukung dia dalam menemukan orang dewasa terpercaya yang dapat membantu mengatasi situasinya. Ingatlah bahwa dalam situasi tertentu dampak dari bullying dapat mengancam nyawa.

Jika Anda hanya diam dan tidak melakukan apa pun, maka teman Anda akan merasa semakin tidak dipedulikan. Kata-kata dari Anda dapat berpengaruh pada perasaannya.

Strategi Tepat dalam Upaya Menghindari Bullying

Bullying online mengacu pada unggahan yang mengandung unsur bullying, termasuk komentar negatif, menyebarkan postingan atau profil seseorang dengan tujuan untuk mengolok-olok. 

Nah, agar Anda tidak menjadi korban bullying online atau cyberbullying, berikut beberapa strategi untuk menghindari atau mencegah bullying online, dikutip dari situs Cosmopolitan. 

  1. Hindari posting terlalu banyak atau sering
  2. Jangan membuat postingan aneh
  3. Pintar-pintar memilih teman
  4. Tidak sembarang bercerita di media sosial
  5. Manfaatkan fitur pencegah bullying
Artikel Sebelumnya