Edukasi

Bahaya Pakai VPN Gratisan, Nomor 4 Paling Gawat

Kalian inget gak sih, beberapa waktu yang lalu, saat aksi 22 Mei 2019 berlangsung, pemerintah mengambil keputusan buat membatasi penggunaan media sosial selama tiga hari. Tentu, ini menyusahkan kita banget donk, secara hari gini siapa sih yang bisa hidup tanpa internet?

Nah, di tengah kegelisahan warganet yang tidak bisa bebas menggunakan media sosial, bahkan untuk sekadar mengirim chat di WhatsApp pun lebih banyak pending dan tidak stabil, muncullah VPN sebagai pahlawan. Ya, dengan menggunakan VPN, kamu tetap bisa aman internetan dan mengakses semua media sosial.

Konsep dasar VPN salah satunya adalah menyamarkan data pengguna asli (IP pengguna) dengan data dari VPN yang digunakan, sehingga kita akan dikenal sebagai VPN itu sendiri. Hal ini memungkinkan kita berselancar ke dunia maya secara aman. Konsep ini berlaku untuk VPN berbayar maupun VPN gratisan. Bedanya adalah, data kita di VPN berbayar akan disimpan secara rapat dan tidak akan bocor alias aman karena mengikuti terms and agreement yang mereka sudah buat. Nah, beda ceritanya kalau kita pakai VPN gratisan, dimana aturan yang melindungi kita sebagai pengguna tidak ada.

Yang terjadi saat aksi 22 Mei yang lalu adalah kebanyakan dari kita menggunakan VPN gratisan, dan banyak yang latah ikut-ikutan download VPN gratisan ini. Tapi tahu gak sih, penggunaan VPN bukan berarti tanpa risiko lho. Ternyata, ada sederet bahaya yang mengintai kalau kamu pakai VPN gratisan. Terus, apa saja sih bahanyanya kalau kita pakai VPN yang gratisan? Yuk, simak.

Data kamu bisa dijual secara ilegal

Bahaya pertama kalau kamu ngotot pakai VPN gratisan adalah, data kamu rentan dijual. Di berbagai negara, banyak banget kasus tentang penjualan data orang yang pakai VPN gratis. Tapi buat kalian pengguna VPN berbayar, enggak perlu khawatir. Biasanya, penyedia VPN berbayar punya aturan ketat dan jaminan akan hal ini.

Penyebaran malware

Saat kita berselancar di dunia maya pakai VPN, ternyata secara enggak sadar virus atau malware bisa dengan mudah masuk ke perangkat lewat iklan yang terpasang di situs web tersebut.

Kebocoran data dan alamat IP

Kalau pakai VPN gratis, data dan IP kamu berisiko bocor ke publik. Ibaratnya, VPN itu sistem kerjanya seperti terowongan, jadi koneksi kamu akan melewati jalur 'rahasia' buat sampai ke tujuan, yaitu internet. Tapi kalau kamu pakai VPN gratisan, jalur yang kamu lewatin bakal ada banyak 'lubang' yang memungkinkan data dan alamat IP kamu bocor ke publik.

Serangan man in the middle

Selain beberapa risiko yang sudah disebutkan di atas, beberapa penyedia layanan VPN yang gratisan juga berpotensi melancarkan serangan Man in the middle. Apa itu? Man in the Middle (MITM) adalah serangan di mana attacker bisa dengan bebas mendengarkan dan mengubah percakapan antara dua pihak. Duh, pastinya ini bahaya banget kan.

Penggunaan identitas user sebagai network end point

Yang terakhir, risiko yang gak kalah merugikan adalah pihak penyedia layanan VPN gratisan yang kamu pakai ada kemungkinan menggunakan komputer kamu (IP Adrress) sebagai network endpoint. Jadi, IP Adress kamu bisa saja digunakan buat mengakses jaringan bisnis seseorang dari jarak jauh.

Nah, sekarang sudah tahu kan apa saja bahayanya kalau kamu masih bersikeras pakai VPN yang gratisan? Jadi, kalau kamu mau aman internetan, lebih baik kamu pakai VPN yang premium alias berbayar ya.

Artikel Sebelumnya