Edukasi

Bahaya Mengintai di Balik Aplikasi Berbagi Lokasi

Beberapa waktu belakangan, aplikasi berbagi lokasi sedang diminati remaja Indonesia. Aplikasi tersebut populer karena memiliki fitur yang bisa menampilkan lokasi secara real-time para penggunanya. 

Setelah selesai menginstal aplikasi, pengguna bisa melihat posisi teman yang sudah ditambahkan, baik itu alamat rumah, sekolah, kampus, tempat yang sering dikunjungi, dan juga rute yang selalu dilewati. Bahkan, penggunanya juga bisa melihat berapa banyak baterai yang tersisa pada perangkat temannya tersebut. 

Karena aplikasi ini sudah tersambung dengan WhatsApp, maka para penggunanya juga bisa mengajak teman bergabung melalui pesan instan selain SMS. Selain itu, para penggunanya bisa membuat grup obrolan layaknya WhatsApp. 

Mengetahui keberadaan seseorang, baik itu teman, pasangan, atau anggota keluarga memang menyenangkan. Tapi hati-hati, ada ancaman serius yang mengintai jika Anda mengunduh aplikasi berbagi lokasi. 

Dilansir dari situs Online Today, aplikasi seperti ini menimbulkan banyak kekhawatiran orangtua karena bisa disalahgunakan orang jahat untuk melacak seseorang. Kekhawatiran paling ekstrem adalah adanya risiko penculikan dan pelecehan seksual terhadap para penggunanya. 

Berikut beberapa bahaya lain yang ditimbulkan jika mengunduh aplikasi berbagi lokasi. 

Data berisiko diambil oleh orang yang tidak berkepentingan

Setelah mengunduh aplikasi ini, pengguna akan diminta untuk mendaftarkan diri dengan memakai nomor ponsel dan email. Yang menjadi kekhawatiran adalah pengembang aplikasi meminta akses kontak ponsel pengguna. 

Ini tak jauh berbeda dengan aplikasi fintech ilegal yang menanamkan spyware (software pengintai) di aplikasi, sehingga pengembang bisa memata-matai aktivitas ponsel dan mengumpulkan data pribadi pengguna. 

Jika data pribadi Anda jatuh ke tangan orang yang salah tentu akan berbahaya, karena data Anda bisa digunakan untuk melacak alamat rumah, alamat sekolah dan juga rute yang biasa dilewati oleh pengguna aplikasi. 

Masalah keamanan

Ada banyak masalah keamanan saat menggunakan aplikasi dengan fitur berbagi lokasi. Sebagian besar masalahnya karena keamanan yang tidak memadai yang disediakan oleh pihak pengembang aplikasi tersebut. 

Kasus ini pernah terjadi pada sebuah aplikasi kencan berbasis lokasi. Aplikasi tersebut menghadapi masalah ketika merilis data telemetri tanpa mengamankannya. Ini dapat menyebabkan peretas (hacker) mengungkapkan lokasi pengguna hanya dengan melakukan triangulasi pengguna.

Selain itu, banyak aplikasi berbagi lokasi yang tidak menampilkan enkripsi, sehingga berisiko data Anda jatuh ke pihak ketiga. Di mana mereka bisa saja menggunakan data Anda untuk memeras, melacak, atau melakukan sesuatu yang lebih buruk dari itu. 

Meski dihapus, aplikasi masih menyimpan data Anda hingga 1 tahun. 

Ketika Anda menghapus aplikasi ini dari ponsel, data Anda tidak serta merta langsung dihapus oleh aplikasi tersebut. Anda akan tetap terdeteksi sebagai pengguna aplikasi sampai 12 bulan. 

Meski pihak pengembang mengklaim di atas 12 bulan akun pengguna akan terhapus otomatis, namun ada sebagian data yang disimpan secara anonim untuk kepentingan statistik dan riset. 

Mengunduh aplikasi yang dapat mengetahui keberadaan seseorang memang mengasyikkan. Namun, aplikasi berbagi lokasi seperti ini cenderung berbahaya dan membawa ancaman serius. 

Oleh karena itu, jika ingin mengunduh aplikasi tertentu, alangkah baiknya untuk membaca syarat dan ketentuannya terlebih dahulu untuk meminimalisir risikonya.

Artikel Sebelumnya