Ikhtisar

Aturan dan Etika dalam Berbagi Informasi di Media Sosial

Sekitar 40 persen dari populasi dunia atau 4 miliar orang, menggunakan media sosial. Rata-rata, mereka menghabiskan 2 jam setiap hari untuk berbagi, menyukai, update status, berselancar di media sosial, termasuk untuk berbagi informasi.

Namun, kecenderungan bermain media sosial secara berlebihan atau tanpa aturan, dapat mengundang kejahatan di dunia maya dan masih banyak lagi. Tapi, jika digunakan dengan baik, media sosial dapat memberikan banyak dampak positif. Berikut beberapa manfaat yang didapat dari media sosial.

  1. Mendapatkan informasi
  2. Membangun bisnis
  3. Berkomunikasi secara real time
  4. Meningkatkan trafik dan peringkat pencarian
  5. Membangun relasi dengan cepat dan luas
  6. Dapat mendiagnosis depresi
  7. Meningkatkan kesejahteraan jiwa

Dampak negatif media sosial

  1. Kecanduan 
  2. Reputasi online menjadi buruk
  3. Ancaman kejahatan dunia maya atau cyber crime
  4. Berkurangnya privasi pribadi
  5. Maraknya pornografi 
  6. Menimbulkan perubahan suasana hati
  7. Menimbulkan perasaan gelisah
  8. Mengganggu kualitas tidur

Etika sharing di media sosial

Untuk meminimalisir dampak negatif dari penggunaan media sosial, berikut beberapa kiat atau etika saat menggunakan media sosial, khususnya saat Anda berbagi informasi, baik itu konten, gambar, video, kata-kata, atau pun hal lain. 

  1. Cari tahu kebenaran informasi atau konten
  2. Pelajari apakah informasi atau konten tersebut bermanfaat
  3. Pikirkan apakah informasi atau konten pantas disebarluaskan

5 Prinsip Dasar Ber Medsos

Selain etika, mengetahui prinsip-prinsip sebelum bermain media sosial juga tak kalah penting. Berikut beberapa prinsip yang harus Anda perhatikan.  

True

Saring sebelum sharing. Sebelum membagikan informasi, pastikan sudah jelas kebenarannya. 

Helpful

Sebelum membagikan informasi, pastikan akan bermanfaat dan tidak merugikan orang lain. 

Illegal

Biasakan diri untuk menuliskan sumber materi yang ingin diunggah ke media sosial. Itu adalah bentuk penghargaan atas konten positif yang telah dibuat orang lain. 

Necessary

Biasakan untuk pilah kembali hal-hal apa saja yang perlu dan yang tidak perlu dibagikan di media sosial.

Kind

Hindari membagikan konten baik berupa teks, foto atau video, yang dapat melukai perasaan orang lain.

Tips Terhindar dari Kejahatan yang Mengintai di Media Sosial

Banyaknya media sosial yang ada saat ini, jika digunakan secara bijak dan dimanfaatkan dengan baik, bisa memberikan banyak dampak positif. Tapi menggunakan media sosial juga bisa membawa risiko yang signifikan. Siapa pun yang menggunakan media sosial, berisiko menjadi korban penipuan atau penjahat dunia maya. 

Salah satu kejahatan di dunia maya yang cukup mengkhawatirkan adalah pelecehan seksual atau sexual harrasment dunia maya. Agar Anda lebih waspada dan terhindar dari pelecehan yang beredar di dunia maya, berikut jenis-jenis pelecehan seksual secara daring. 

  1. Spamming dengan komentar tidak pantas
  2. Pelecehan visual
  3. Sexting atau sex texting
  4. Body shaming

Hal-hal yang harus dilakukan jika mengalami pelecehan di dunia maya

  1. Manfaatkan fitur report atau lapor di media sosial
  2. Jangan membalas komentar-komentar pelecehan tersebut. 
  3. Beri tindakan tegas
  4. Laporkan dan cari bantuan. 

Cara menghindari pelecehan di dunia maya

  1. Jangan sembarang menerima ajakan pertemanan
  2. Gunakan fitur privasi 
  3. Jangan ceritakan kehidupan pribadi di media sosial 
  4. Jangan unggah foto yang mengundang
  5. Jangan ceritakan kehidupan pribadi di media sosial. 

Cara melindungi data pribadi 

  1. Hapus informasi pribadi dari profil media sosial
  2. Selalu pantau pengaturan keamanan di media sosial
  3. Berhati-hati dengan email yang tidak dikenal
  4. Gunakan beragam password
  5. Multifactor authentication. 

Mengenal UU ITE untuk Terhindar dari Pelanggaran Hukum

Mengekspresikan pendapat di dunia maya sah-sah saja. Tapi hati-hati, mengemukakan pendapat di dunia maya juga ada aturannya. Jika sembarangan, Anda bisa terjerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Salah satu contoh kasus pelanggaran UU ITE pernah menimpa salah satu musisi Indonesia pada tahun 2019. Kala itu, musisi tersebut melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang pencemaran nama baik.

Nah, agar Anda tidak terjerat kasus serupa, ada baiknya mempelajari pasal-pasal yang terdapat pada UU ITE ini. Berikut daftar pasal yang terdapat dalam UU ITE, dikutip dari situs Kemenkeu. 

  1. Pasal 27 UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE
  2. Pasal 28 UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE
  3. Pasal 29 UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE
  4. Pasal 30 UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE
  5. Pasal 31 UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan ketika bermain sosial media agar tidak terjerat UU ITE. 

  1. Penghinaan dan atau pencemaran nama baik, diatur dalam UU ITE Pasal 45 ayat 3. 
  2. Melanggar kesusilaan, diatur dalam Pasal 45 ayat 1. 
  3. Menyebarkan berita bohong atau hoax, diatur dalam UU ITE, Pasal 45A ayat 1. 
  4. Menyebarkan kebencian terhadap individu/ kelompok masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), terdapat dalam pasal 45A ayat 2. 

Berselancar di dunia maya dan bermain media sosial memang mengasyikkan. Namun hendaknya, hal-hal diatas dapat menjadi tolak ukur Anda dalam bermain media sosial, agar tidak terjerat UU ITE.

Artikel Sebelumnya