Tingkat Dasar

Alasan Berita Viral Belum Tentu Benar

Kemudahan akses untuk membagikan informasi di dunia maya turut membawa dampak negatif. Salah satunya semakin mudah pula berita hoax untuk menyebar. Mirisnya, tak sedikit netizen yang membaca kemudian mempercayai begitu saja tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Terutama jika berita tersebut viral. 

Padahal, berita viral juga belum tentu benar. Salah satu contoh nyata yang bisa menjadi bukti bahwa berita viral belum tentu benar adalah kasus yang terjadi pada 2019 lalu, ketika media sosial Twitter digemparkan dengan #JusticeForAudrey

Ketika itu, linimasa Twitter dibanjiri dengan hashtag  tersebut sampai masuk trending topic dunia. Hashtag tersebut dibuat untuk menyuarakan keadilan bagi seorang anak bernama Audrey yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Dia mengalami kekerasan physical bullying dari 12 orang kakak kelasnya pada 12 Maret 2019, karena masalah cinta dan postingan Facebook. 

Berdasarkan tweet-tweet yang sudah viral, bentuk kekerasan yang dilakukan antara lain, korban ditendang, dipukul, diseret hingga kepalanya dibenturkan ke aspal, lalu kemaluannya ditusuk hingga timbul prmbengkakan di area kewanitaan korban. 

Setelah itu, tweet tentang Audrey semakin viral, bahkan banyak artis dan pimpinan pemerintahan yang merespons dan mengecam kasus Audrey. Selain itu dari pemberitaan di Twitter, ada yang membuat petisi menentang Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, yang memilih jalan damai antara korban dan tersangka. 

Kasus ini banyak dikomentari dan disebarkan tidak hanya di Twitter, tapi juga Facebook dan Whatsapp, yang kemudian mendapat banyak perhatian dari berbagai pemberitaan nasional. Ketika berita dimuat di media nasional, mulai terkuak sedikit demi sedikit bahwa banyak kebohongan atau hoax dari kasus Audrey. 

Sedikit demi sedikit kebenaran mulai terungkap dan kenyataannya ternyata banyak yang dilebih-lebihkan. Warganet pun kecewa dan tak sedikit yang menghapus tweet-nya karena menyesal. Kasus Audrey ini, merupakan salah satu dari banyak kasus hoax yang ada di Indonesia. 


Cara verifikasi kebenaran suatu berita

Dari kasus Audrey kita bisa belajar bahwa berita viral belum tentu benar. Lalu, bagaimana cara mengecek mana berita hoax dan yang asli? Berikut beberapa langkahnya yang dipaparkan oleh Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax, Septiaji Eko Nugroho, dikutip dari situs Kominfo.

1. Hati-hati dengan judul provokatif

Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax.

Oleh karena itu, jika mendapati berita dengan judul provokatif, sebaiknya cari referensi berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya Anda sebagai pembaca, bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2. Cermati alamat situs

Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya, terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang harus diwaspadai.

3. Cek fakta

Perhatikan dari mana berita tersebut berasal dan dari mana sumbernya, apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi itu berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat.

Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh. Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita, sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

4. Cek keaslian foto

Di era teknologi digital saat ini, bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

5. Ikut grup diskusi anti hoax

Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup-grup diskusi ini, netizen bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.


Situs untuk mengecek berita hoax

Nah, selain dengan langkah-langkah di atas, Anda juga bisa mengecek kebenaran suatu berita apakah hoax atau bukan, melalui situs-situs berikut.

snopes.com

Situs fact checking ini cukup kredibel karena sudah didirikan cukup lama. Seorang mantan direktor Snopes, yaitu Brooke Binkowski, kini dikontrak Facebook untuk menjalankan fact checking di sana.

cekfakta.com

Situs ini diinisiasi oleh Google News Initiative bersama dengan 22 media di Indonesia. Situs ini ini dibuat sebagai project kolaborasi untuk mencegah dan melawan berita hoax.

stophoax.id

Website atau situs ini juga dibuat untuk mengecek dan mengonfirmasi hoax yang beredar di Indonesia. Website ini dibuat oleh Kominfo agar masyarakat Indonesia dapat memantau dan melaporkan kabar hoax.


Artikel Sebelumnya