Edukasi

5 Modus Penipuan Online yang Wajib Kamu Waspadai, Salah Satunya Dipakai Setiap Hari

Tidak dipungkiri, perkembangan teknologi memang memberikan banyak manfaat dan kemudahan untuk kita semua. Tapi, kamu jangan sampai terlena ya. Pasalnya, kemudahan ini juga membuka peluang bagi para penjahat untuk melakukan penipuan online.

Bentuk-bentuk penipuan yang dilancarkan di dunia maya jenisnya bermacam-macam, dari mulai belanja online, melalui situs kencan online, bahkan melalui aplikasi bertukar pesan yang populer, salah satunya adalah Whatsapp. Yuk, kita kulik satu per satu.

Belanja online
Dikutip dari Tempo, Mabes Polri ?mengungkapkan selama periode September hingga Desember 2017, masyarakat telah mengalami kerugian hingga mencapai Rp2,2 miliar akibat aktivitas belanja online melalui layanan e-commerce.

Untuk itu, seiring belanja online sudah menjadi tren di Indonesia, polisi membuat aplikasi pengaduan online untuk masyarakat yang menjadi korban penipuan saat melakukan belanja online melalui layanan e-commerce.? Menurutnya, setelah korban penipuan e-commerce membuat pengaduan, akan dilanjutkan membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri.

Penipuan berkedok kencan online
Kasus seperti ini banyak menimpa wanita. Korban dan pelaku berkenalan di sebuah situs kencan online, kemudian pelaku akan mulai merayu korban agar dapat mencuri hatinya. Biasanya, proses penipuan ini gak dilakukan secara langsung, si penipu akan memelihara hubungan selama beberapa waktu agar si korban semakin menaruh hati.

Pada akhirnya, si penipu akan langsung meminta uang dengan cara mentransfer dengan alasan sedang mengalami kesulitan finansial. Enggak sedikit orang yang menjadi korban dengan modus penipuan semacam ini. Untuk itu, jangan sembarangan berkenalan dengan orang asing ya, apalagi sampai mentransfer sejumlah uang.

Penipuan berkedok sumbangan
Banyak penipuan mengatasnamakan sumbangan untuk bencana alam dan lain-lain yang dipromosikan secara online. Biasanya, mereka akan meminta kamu mentransfer sumbangan yang akan kamu berikan.

Eits tapi nanti dulu. Sebelum kamu transfer ada baiknya kamu selidiki terlebih dahulu. Cobalah tanyakan beberapa informasi, jika kamu merasa ada yang janggal atau mereka memberikan informasi yang minim dan tidak jelas, lebih baik urungkan niatmu. Lebih baik, alokasikan dana kamu untuk program sumbangan lain yang lebih jelas dan pasti.

Pinjol alias pinjaman online
Saat ini, banyak banget aplikasi menggiurkan yang menawarkan memberikan pinjaman uang dengan syarat yang mudah. Tapi, jangan pernah tergiur sedikitpun meski kamu sedang kepepet sekalipun ya.

Pasalnya, saat menagih utang, para kolektor akan meneror, mengancam, melakukan fitnah, menipu, melakukan pelecehan seksual, hingga menyebarkan data pribadi kamu. Pihak penagih enggak hanya akan menagih kamu saja, tapi juga kepada kontak darurat yang kamu sertakan saat mengisi formulir pinjaman.

Pembajakan WhatsApp
Kontak Whatsapp Direktur Utama Tempo, Toriq Hadad, pernah dibajak oleh orang tak dikenal. Nomor Whatsapp-nya dikuasai oleh hacker yang meminta pinjaman uang dengan mengatasnamakan dirinya.

Beberapa pesan dari tangkapan layar terlihat bahwa orang yang mengatasnamakan Toriq telah meminta untuk meminjam uang Rp5 juta untuk dikirimkan ke nomor rekening 70423637140 Bank CIMB Niaga atas nama Herman.

Toriq mengimbau jika ada orang yang menghubungi dengan nomornya melalui WhatsApp, agar diabaikan. "Kalau minta bantuan apa-apa jangan dikirim, jangan sampai menjadi korban," kata dia.

Artikel Sebelumnya